Gedung Marba merupakan salah satu bangunan bersejarah di kawasan Kota Lama Semarang yang belum memperoleh perhatian konservasi secara memadai, meskipun terletak pada lokasi strategis di sisi selatan Taman Srigunting. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai penting arsitektur Gedung Marba guna memberikan dasar konseptual dalam upaya pelestariannya. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi pustaka, observasi langsung, dan wawancara. Kerangka analisis mengacu pada model evaluasi signifikansi budaya Pearson Sullivan (1995), dengan lima aspek utama: konteks historis, identifikasi gaya arsitektur, klasifikasi bangunan, keterkaitan dengan arsitek, serta aspek inovasi desain dan teknologi bangunan. Hasil studi menunjukkan bahwa Gedung Marba mencerminkan langgam arsitektur Neoklasik yang kuat dengan ciri khas bukaan tinggi, simetri fasad, detail cornice, dan penggunaan material yang adaptif terhadap iklim tropis. Bangunan ini menempati posisi penting sebagai representasi tipikal bangunan komersial kolonial akhir abad ke-19 di Semarang. Nilai penting arsitektur Gedung Marba menegaskan urgensi perlindungan dan konservasi berbasis kajian signifikansi untuk menjaga identitas sejarah dan karakter visual kawasan.
Copyrights © 2025