Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut utama pada anak usia sekolah yang memerlukan deteksi dini serta intervensi preventif secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 17 April 2026 di SDN 063/V Kota Jambi dengan tujuan mengukur status keparahan karies gigi menggunakan indeks DMFT/DEFT sebagai dasar pelaksanaan edukasi perawatan penambalan gigi dan praktik sikat gigi massal. Kegiatan menerapkan pendekatan deskriptif observasional yang dikombinasikan dengan intervensi lapangan terhadap 41 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui skrining rekam medis klinis gigi permanen (DMFT) dan gigi sulung (DEFT), dilanjutkan dengan edukasi menggunakan media phantom gigi serta demonstrasi sikat gigi massal. Hasil menunjukkan rata-rata indeks DMFT sebesar 1,02 (total skor 42) dan DEFT sebesar 0,80 (total skor 33). Kerusakan gigi didominasi oleh gigi permanen berlubang tanpa perawatan (Decayed/D) sebanyak 36 kasus dan kehilangan dini gigi sulung (exfoliated/e) sebanyak 16 kasus, sedangkan gigi yang telah ditambal (Filled/F) hanya 2 kasus. Temuan ini menunjukkan tingginya kebutuhan perawatan restoratif pada siswa. Intervensi edukasi dan praktik sikat gigi massal dilaksanakan sebagai strategi promotif-preventif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menjaga kebersihan rongga mulut. Hasil skrining direkomendasikan sebagai dasar rujukan tindak lanjut ke puskesmas serta mendukung pengembangan program kesehatan gigi berbasis sekolah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026