Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbasis Al-Qur'an dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan Akidah Akhlak. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus di SMP Al Irsyad Surakarta. Data primer diperoleh melalui observasi kelas dan wawancara mendalam bersama guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta sepuluh siswa sampel kelas VIII B dan VIII C, yang kemudian diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan perencanaan dan pelaksanaan CTL berbasis Al-Qur'an telah berjalan efektif melalui pengintegrasian materi dengan pengalaman empiris dan realitas iman siswa, didukung oleh media proyektor digital serta metode pemodelan kontemporer. Namun, ditemukan anomali struktural pada aspek evaluasi berupa penerapan ujian dadakan ( pop kuis ) yang memicu kecemasan kognitif akibat siswa belum menyelesaikannya siklus pengalaman-refleksi. Lebih lanjut, terjadi polarisasi kemampuan berpikir kritis siswa; peserta didik mencapai kinerja Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang unggul pada kluster materi konkret-aplikatif, tetapi mengalami degradasi ke tingkat hafalan tekstual pada kluster materi teologis-abstrak seperti nifaq dan kufur . Secara esensial, sinergitas komponen CTL berbasis Al-Qur'an ini terbukti efektif berperan sebagai katalis spiritual-kognitif yang mengondisikan penalaran kontekstual siswa melalui penguatan aspek afektif-spiritual dan argumentasi ilmiah. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya guru merestrukturisasi materi teologis-abstrak agar pembelajaran kontekstual PAI dapat berjalan secara holistik.
Copyrights © 2026