Penelitian ini dilatarbelakangi untuk mengeksplorasi perbedaan kondisi emotional exhaustion antara peserta didik yang mengikuti dan tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Emotional exhaustion merupakan kondisi yang ditandai dengan terkurasnya energi fisik, emosional, dan mental sehingga individu mengalami kesulitan dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik maupun nonakademik. Penelitian ini menerapkan Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain studi komparatif deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 288 responden dengan jumlah sampel penelitian 168 responden yang dipilih berdasarkan teknik proportionate stratified random sampling. Dari 168 responden tersebut, sebanyak 113 responden merupakan siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, sedangkan 55 responden lainnya merupakan siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Data diperoleh menggunakan skala emotional exhaustion berbentuk likert yang terdiri atas 32 butir pernyataan. Dalam penelian ini uji validitas instrumen dinyatakan valid sebanyak 32 pernyataan. lalu untuk uji realibitas, instrumen dinyatakan layak untuk digunakan. kelayakan instrumen kemudian dianalisis melalui independent samples t-test. Penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata tingkat emotional exhaustion antara siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, akan tetapi secara statistik penelitian tersebut tidak signifikan sehingga tidak terdapat perbedaan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ekstrakurikuler belum tentu membedakan tingkat emotional exhaustion siswa, sehingga terdapat faktor lain yang kemungkinan turut memengaruhi kondisi tersebut.
Copyrights © 2026