Perubahan iklim merupakan tantangan global yang muncul akibat akumulasi emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer, yang memicu peningkatan suhu rata-rata bumi, intensifikasi fenomena cuaca ekstrem, serta memperbesar risiko terhadap ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih. Kabupaten Sumbawa, sebagai kawasan agropolitan yang aktivitas ekonominya didominasi oleh sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, turut mengalami dampak signifikan dari perubahan iklim tersebut, seperti terjadinya gagal panen serta penurunan produksi rumput laut. Di sisi lain, sektor transportasi berperan sebagai kontributor utama emisi GRK, terutama melalui proses pembakaran bahan bakar fosil oleh kendaraan bermotor. Tingginya tingkat konsumsi bahan bakar di Kabupaten Sumbawa menjadikan daerah ini sebagai salah satu penyumbang terbesar emisi GRK di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi besaran kontribusi sektor transportasi terhadap total emisi GRK di Kabupaten Sumbawa, sehingga dapat dijadikan dasar bagi perumusan kebijakan mitigasi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan mobilitas dengan perlindungan lingkungan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa emisi GRK dari sektor transportasi mencapai 61.384.220,81 CO? eq, dengan porsi dominan berasal dari gas CO? sebesar 59.966.119,65 CO? eq.
Copyrights © 2025