Jurnal TAMBORA
Vol 10 No 2 (2026): Edisi 27

Ekosistem Kendaraan Listrik dan Smart Mobility di Indonesia: Peluang, Tantangan Infrastruktur dan Arah Kebijakan 2030

Ahmad Jaya (Universitas Teknologi Sumbawa)
Ida Giriantari (Universitas Teknologi Sumbawa)
Satya Kumar (Universitas Udayana)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2026

Abstract

Indonesia berada di titik krusial dalam transformasi ekosistem kendaraan listrik (EV) dan smart mobility nasional. Penjualan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) mencapai 43.188unit pada 2024 meningkat 153% dari 2023 dan melonjak menjadi 103.931unit sepanjang 2025 dengan pangsa pasar sekitar 12%. Artikel ini menganalisis secara komprehensif dimensi-dimensi utama smart mobility dalam konteks Indonesia: komponen teknologi inti EV, pembangunan infrastruktur pengisian daya, inovasi baterai dan peran strategis nikel, integrasi Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI), serta implikasi lingkungan dan kebijakan menuju target nasional 2030. Dengan menggunakan kajian pustaka sistematis yang diperkuat data sekunder dari GAIKINDO, PwC, PLN, Kementerian ESDM, dan IEA (2021–2025), studi ini mengidentifikasi bahwa ekosistem EV Indonesia memerlukan sinergi holistik antara teknologi, regulasi yang mendukung, dan partisipasi aktif masyarakat. Tantangan utama mencakup distribusi infrastruktur pengisian yang belum merata dengan hanya 4.655unit SPKLU beroperasi saat ini versus target 31.859 pada 2030 tingginya biaya produksi baterai, serta hambatan adopsi teknologi. Keunggulan strategis Indonesia terletak pada cadangan nikel terbesar dunia (40–45% total global), yang memungkinkan pengembangan industri baterai dari hulu ke hilir. Artikel ini menyimpulkan bahwa pencapaian visi 2030 berupa 2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik memerlukan kolaborasi multisektoral yang konsisten antara pemerintah, industri, dan komunitas riset.

Copyrights © 2026