Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikasi rekayasa laporan keuangan menggunakan Beneish M-Score pada PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) selama periode 2022-2024 dan mengkategorikan perusahaan sebagai manipulator, grey company, atau non-manipulator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT INTI periode 2022-2024 menggunakan model Beneish M-Score. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian model Beneish M-Score dalam mendeteksi rekayasa laporan keuangan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2022 PT INTI berada pada kategori non-manipulator dengan nilai M-Score -3,063 yang berada di bawah ambang batas -2,22. Namun, pada tahun 2023 dan 2024 nilai M-Score masing-masing meningkat signifikan menjadi -1,504 dan 0,858, yang mengklasifikasikan perusahaan terindikasi memiliki potensi rekayasa. Temuan ini mengindikasikan adanya potensi peningkatan risiko rekayasa laporan keuangan pada dua tahun terakhir periode penelitian. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat relevansi model Beneish M-Score dalam mendeteksi potensi rekayasa laporan keuangan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai alat peringatan dini bagi auditor, kreditor, dan pemangku kepentingan dalam menilai kualitas laporan keuangan dan risiko kecurangan.
Copyrights © 2026