Sistem pengangkutan semi basah adalah metode transportasi ikan (terutama ikan hidup) yang menggunakan media air dalam jumlah terbatas, tidak sepenuhnya merendam ikan, tetapi cukup untuk menjaga kelembapan tubuh dan respirasi insang selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pengangkutan basah yang berbeda terhadap kelangsungan hidup lobster air tawar selama proses transportasi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan serta kepadatan 25 ekor lobster per perlakuan. Perlakuan dalam penelitian menggunakan beberapa media, yaitu P1 Media Air (Kontrol), P2 Daun Pisang, P3 Serutan Kayu, P4 Spons dan P5 Serabut Kelapa. Lobster dikemas dalam wadah styrofoam dan diangkut selama 12 jam. Parameter yang diamati adalah tingkah laku lobster air tawar, kelangsungan hidup lobster air tawar pascatransporasi dan setelah pemeliharaan, serta tingkat stres lobster air tawar pascatransporasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media transportasi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat stres lobster, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelangsungan hidup, baik pascatransportasi maupun setelah pemeliharaan. Media spons (P4) merupakan media pengangkutan semi basah terbaik karena secara signifikan menghasilkan respons tingkat stres terendah pada lobster pascatransportasi. Kata kunci: lobster air tawar, pengangkutan semi basah, media transportasi, kelangsungan hidup
Copyrights © 2026