Penelitian ini bertujuan membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar melalui model penemuan terbimbing dengan siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif pada materi kubus dan balok. Penelitian eksperimen ini melibatkan populasi seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Gorontalo Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 268 siswa dari delapan kelas. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling, sehingga terpilih dua kelas. Setelah pengacakan lanjutan, kelas VIII.6 ditetapkan sebagai kelas eksperimen dengan model penemuan terbimbing, sedangkan kelas VIII.7 sebagai kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran kooperatif. Data penelitian dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah berbentuk essay. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggnakan ukuran statistik seperti mean, median, modus, standar deviasi, serta ditampilkan dalam tabel distribusi frekuensi dan histogram. Analisis inferensial menggunakan uji ANAKOVA untuk menguji perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara kedua kelompok. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Fhitung = 0,299 lebih kecil daripada Ftabel = 4,00. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model penemuan terbimbing lebih baik dibandingkan siswa yang belajar melalui model pembelajaran kooperatif pada materi kubus dan balok.
Copyrights © 2026