Kata ‘sayang’ dalam bahasa Indonesia bersifat polisemi atau memiliki lebih dari satu makna sehingga dapat menimbulkan ambiguitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk kolokasi yang muncul bersama kata sayang dalam korpus LCC Indonesia 2023; (2) mendeskripsikan makna polisemi kata ‘sayang’ berdasarkan kolokasi korpus LCC Indonesia 2023; dan (3) mengetahui bentuk prosodi semantik yang terbentuk dari pola kolokasi kata ‘sayang’ dalam korpus LCC Indonesia 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik disertai data kuantitatif pendukung berupa frekuensi munculnya kata ‘sayang’ dalam korpus. Data penelitian berupa 100 kata teratas dalam kolokasi dengan pengaturan L3-R3 Dice coefficient. Data tersebut kemudian dikelompokkan untuk mengetahui distribusi kelas kata dan dominasi makna. Penelitian ini dibatasi pada kata ‘sayang’ yang bermakna afektif dan evaluatif. Berdasarkan analisis distribusi kelas kata, diketahui bahwa kata ‘sayang’ paling dominan berkolokasi dengan nomina, kemudian diikuti verba, dan adverbia. Selain itu, kata ‘sayang’ yang bermakna afektif cenderung merepresentasikan prosodi positif, sedangkan yang bermakna evaluatif merepresentasikan prosodi negatif.
Copyrights © 2026