Tanah Papua merupakan wilayah dengan keragaman bahasa tertinggi di Indonesia, yaitu sekitar 38% bahasa dari seluruh Indonesia, atau 276 bahasa dari dua rumpun utama: Papua dan Austronesia. Meskipun memiliki keragaman yang luar biasa, deskripsi sistematis dan menyeluruh tentang situasi sosiolinguistiknya dari masa ke masa masih terbatas. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan situasi sosiolinguistik di Tanah Papua dari perspektif temporal dan spasial: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Pendekatan sosiolinguistik deskriptif digunakan dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data bersumber dari (1) penelitian lapangan langsung di berbagai wilayah ekologi di Tanah Papua, dan (2) literatur dan penelitian terdahulu yang sudah ada tentang bahasa-bahasa di Tanah Papua. Artikel ini mendokumentasikan sejarah migrasi manusia dan kontak bahasa di masa prasejarah dan kolonial, kondisi multilingualisme dan penggunaan lingua franca masa kini, perubahan sosiodemografis akibat migrasi penduduk asli Papua dan non-Papua, serta situasi keterancaman bahasa yang dialami banyak bahasa daerah di Papua. Temuan menunjukkan bahwa meskipun multilingualisme masih menjadi ciri khas Tanah Papua, meningkatnya migrasi penduduk non-Papua mengancam pemertahanan bahasa-bahasa daerah secara serius, sehingga program dokumentasi dan revitalisasi bahasa yang berkelanjutan sangat diperlukan.
Copyrights © 2026