Psychological well being berkaitan dengan cara seseorang memandang dan memilih hidupnya sendiri, menikmati kehidupannya, serta merujuk pada pendekatan psikologis positif sebagai dasar pengalaman hidup di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika remaja akhir yang mengalami korban perceraian di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian terdiri dari empat remaja akhir berusia 18–21 tahun yang menjadi korban perceraian orangtuanya di Kota Makassar. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan faktor penunjang kesejahteraan meliputi dukungan sosial, figur pengganti orangtua, figur motivator, dan waktu penerimaan. Selain itu, partisipan merasakan perasaan iri terhadap teman sebaya, mengalami kebingungan menentukan arah hidup, perasaan tertekan, sedih, gangguan mental, pikiran kacau, dan rasa takut terhadap masa depan.
Copyrights © 2026