Fenomena fatherless atau ketidakhadiran ayah semakin marak terjadi dan berdampak pada perkembangan psikososial anak. Pada masa dewasa awal, kondisi ini membuat individu lebih rentan terjebak dalam toxic relationship yang ditandai dengan pola relasi tidak sehat. Penelitian ini penting dilakukan untuk memahami pengaruh fatherless terhadap kualitas hubungan romantis dewasa awal. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel 350 responden berusia 18-25 tahun di Kota Makassar. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara fatherless terhadap toxic relationship, dengan kontribusi sebesar 71,2%. Semakin tinggi tingkat fatherless, semakin tinggi pula kecenderungan individu mengalami hubungan yang toxic. Mayoritas responden berada pada kategori sedang baik pada variabel fatherless maupun toxic relationship. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya keterlibatan ayah dalam mendukung perkembangan emosional dan hubungan interpersonal anak dewasa muda guna mencegah terbentuknya toxic relationship. Implikasi dan rekomendasi untuk individu dan penelitian lanjutan juga dibahas.
Copyrights © 2026