Dating violence merupakan masalah serius dalam hubungan romantis yang berdampak psikologis bagi korban, terutama pada dewasa awal. Salah satu faktor kepribadian yang diduga berperan adalah sosiotropi, yaitu kecenderungan individu untuk sangat bergantung pada penerimaan, persetujuan, dan hubungan interpersonal. Penelitian ini bertujuan memahami peran sosiotropi dalam pengalaman korban dating violence di kalangan dewasa awal di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan berusia 18–25 tahun yang pernah menjadi korban dating violence dalam hubungan pacaran. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis melalui identifikasi tema-tema utama pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiotropi berperan dalam bertahannya korban pada hubungan tidak sehat, ditandai kebutuhan kuat akan penerimaan pasangan, ketakutan kehilangan hubungan, dan kecenderungan menoleransi kekerasan demi mempertahankan kedekatan emosional. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan intervensi psikologis yang lebih sensitif.
Copyrights © 2026