Jurnal Perikanan Kamasan: Smart, Fast, & Professional Services
Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL PERIKANAN KAMASAN

Strategi Pengembangan Ekowisata Pesisir Pantai Masnana, Kabupaten Buru Selatan Berdasarkan Gap Analysis dan Analytical Hierarchy Process (AHP): Coastal Ecotourism Development Strategy for Masnana Beach, South Buru Regency, Indonesia Using Gap Analysis and the Analytical Hierarchy Process (AHP)

Alwin Alwin (Program Studi Magister Manajemen Sumberdaya Kelautan dan Pulau-Pulau kecil, Universitas Pattimura Ambon)
J. M. S. Tetelepta (Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura)
Mintje Wawo (Pusat Kerjasama Riset Ekosistem Perairan, Unpatti -BRIN)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2026

Abstract

Pantai Masnana di Kabupaten Buru Selatan memiliki potensi besar sebagai kawasan ekowisata pesisir, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala pada aspek lingkungan, infrastruktur, dan pengelolaan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kawasan, menganalisis kesenjangan antara kondisi eksisting dan kondisi ideal pengembangan ekowisata, serta menentukan prioritas strategi pengembangan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, penyebaran kuesioner kepada 35 responden, dan pengumpulan data sekunder. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kondisi ekologis, karakteristik sosial ekonomi, daya tarik wisata, aksesibilitas, dan fasilitas pendukung, sedangkan analisis kesenjangan digunakan untuk mengevaluasi perbedaan antara kondisi aktual dan standar pengelolaan ekowisata. Selanjutnya, AHP diterapkan untuk menentukan prioritas strategi berdasarkan penilaian para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ekologis kawasan relatif baik, namun kebersihan pantai dan pengelolaan sampah masih memerlukan perbaikan. Potensi sosial ekonomi masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan pariwisata, sementara daya tarik alam belum dikembangkan menjadi produk wisata yang terstruktur. Selain itu, aksesibilitas dan fasilitas pendukung wisata masih terbatas. Prioritas strategi pengembangan berdasarkan AHP meliputi peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas kawasan (0,298), peningkatan promosi kawasan wisata (0,297), penguatan program konservasi dan edukasi lingkungan (0,260), serta pengembangan ekowisata berbasis komunitas (0,145). Temuan ini memberikan dasar strategis bagi pengembangan ekowisata pesisir yang berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, promosi destinasi, dan partisipasi Masyarakat.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpk

Publisher

Subject

Engineering

Description

Jurnal Perikanan Kamasan diterbitkan untuk mempromosikan tinjauan kritis dari berbagai isu ivestigasi yang menarik dibidang perikanan antara peneliti, akademisi,mahasiswa, dan masyarakat umum, sebagai media komunikasi penyebaran dan pemanfaatn kegiatan ilmiah yang lebih luas. Bidang kajian ...