Permasalahan pengembangan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) di Indonesia antara lain umur berbunga yang relatif panjang dan hasil polong yang masih rendah, sehingga minat budidaya di tingkat petani belum optimal. Padahal kecipir merupakan tanaman multifungsi yang hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter umur pendek dan potensi hasil tinggi pada beberapa famili F5 kecipir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai September 2025 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan 15 famili F5 dan dua tetua yaitu PLB 2.3 dan MDM 1.2 dengan 2 ulangan. Parameter yang diamati meliputi umur berbunga, umur panen, jumlah polong, bobot per polong, bobot per petak, dan bobot polong per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa famili PM 100.100.12 dan PM 2.2.2 memiliki potensi sebagai famili dengan karakter umur pendek dan potensi hasil tinggi. Umur berbunga kedua famili adalah 69 Hari Setelah Tanam. Bobot Polong per hektar famili PM 100.100.12 mencapai 18,10 ton ha-1 dan PM 2.2.2 sebesar 15,02 ton ha-1.
Copyrights © 2026