Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapabilitas proses produksi tempe sebagai upaya peningkatan kualitas produk pada UMKM Tempe Plaju, Palembang. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM adalah masih tingginya tingkat produk cacat seperti tempe tidak mengikat, berair, berbau tidak sedap, serta warna yang tidak seragam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Six Sigma melalui tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi data produksi dan kecacatan produk selama periode pengamatan. Tahap Define dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan kritis kualitas, tahap Measure untuk mengukur tingkat kecacatan dan kinerja proses, tahap Analyze untuk menentukan akar penyebab masalah, tahap Improve untuk merumuskan usulan perbaikan, dan tahap Control untuk menjaga keberlanjutan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas proses produksi tempe masih berada pada tingkat rendah dengan nilai Cpk = 0,3724 dan rata-rata DPMO sebesar 12.103 (level sigma ±3,74). Penerapan rekomendasi perbaikan berupa standarisasi bahan baku, pengendalian proses fermentasi, serta peningkatan kebersihan lingkungan produksi diharapkan mampu menurunkan tingkat kecacatan dan meningkatkan kestabilan proses produksi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026