Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hidup dalam persekutuan dengan Sang Firman berdasarkan 1 Yohanes 1:1-10 terhadap praktik hidup terang Gembala Sidang di Kota Surakarta. Fenomena kesenjangan antara idealisme teologis dan realitas empiris praktik hidup pemimpin gereja menjadi latar belakang utama penelitian ini. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel 100 responden, penelitian ini menguji relasi antara variabel teologis dan praksis kepemimpinan. Hasil analisis data menggunakan SPSS 25.0 menunjukkan bahwa seluruh hipotesis diterima secara signifikan. Ditemukan bahwa Hidup dalam Persekutuan dengan Sang Firman memberikan kontribusi sebesar 72% terhadap Praktik Hidup Terang. Secara parsial, variabel Mengenal Sang Firman Yang Hidup (X1) berkontribusi 43,4%, Hidup dalam Persekutuan dengan Allah (X2) 55%, Praktik Hidup yang Benar (X3) 60,2%, dan Hidup dalam Kebenaran (X4) 72,9%. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa integritas etis dan spiritualitas seorang gembala sangat ditentukan oleh kedalaman persekutuan eksistensialnya dengan Sang Firman, yang bermanifestasi dalam kehidupan yang berjalan di dalam terang
Copyrights © 2026