Jalan H.Djole/Bantargebang – Setu merupakan ruas jalan arteri sekunder yang berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan jalan, menganalisis pengaruh volume terhadap tingkat kerusakan jalan serta memetakan sebaran kerusakan jalan menggunakan QGIS sebagai dasar rekomendasi penanganan. Metode yang digunakan meliputi analisis volume lalu lintas dan kinerja ruas jalan berdasarkan PKJI 2023, evaluasi tebal perkerasan menggunakan MDPJ 2017 serta penilaian kondisi jalan dan penentuan rekomendasi penanganan menggunakan metode bina marga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas harian sebesar 17.886 smp/hari yang menghasilkan nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,57 dengan tingkat pelayanan jalan C. Evaluasi struktur perkerasan menunjukkan bahwa tebal perkerasan eksisting 250 mm belum memenuhi kebutuhan desain sebesar 295 mm. Kerusakan yang dominan adalah tambalan sebesar 766,13 m2 (5,40%), diikuti retak kulit buaya sebesar 452,66 m2 (3,19%). Penilaian kondisi jalan menghasilkan nilai kondisi 5 dan nilai kelas jalan 6, sehingga direkomendasikan program pemeliharaan berkala. Berdasarkan hasil analisis, volume lalu lintas berpengaruh terhadap tingkat kerusakan jalan melalui pembebanan kendaraan yang berulang, yang diperkuat oleh kondisi struktur perkerasan yang belum memenuhi kebutuhan desain
Copyrights © 2026