Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh fasad ganda (secondary skin) terhadap pencahayaan alami dan efisiensi energi pada ruang kelas dan area sirkulasi Gedung Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII). Metode penelitian menggunakan pendekatan research for design melalui simulasi pencahayaan dengan perangkat lunak DIALux Evo 11.1 pada kondisi ruang dengan dan tanpa fasad ganda. Simulasi dilakukan pada empat tanggal representatif pergerakan matahari dan tiga waktu pengamatan, dengan mempertimbangkan orientasi ruang dan perbedaan ketinggian lantai. Hasil menunjukkan bahwa fasad ganda menurunkan intensitas pencahayaan alami sebesar 30–40%, meskipun pada beberapa ruang cakupan natural light tetap mencapai 100%. Penurunan terbesar terjadi pada ruang sirkulasi sisi selatan dengan reduksi cahaya sebesar 36,73% pada Maret dan 33,66% pada Juni. Pada sisi utara, ruang lantai 3 menerima pencahayaan alami 26,62% lebih tinggi dibanding lantai di bawahnya, menunjukkan pengaruh ketinggian lantai terhadap performa pencahayaan. Analisis efisiensi lampu menunjukkan potensi penghematan energi sebesar 715 kWh atau setara pengurangan biaya listrik Rp 383.875,00. Hasil penelitian menegaskan bahwa efektivitas fasad ganda dipengaruhi orientasi bangunan, posisi ruang, dan desain bukaan sehingga perlu disesuaikan dengan konteks bangunan tropis.
Copyrights © 2026