Perubahan fisik perkotaan pada simpul jaringan perdagangan dan mobilitas regional sering berimplikasi pada tereduksinya makna dan identitas ruang bersejarah. Kawasan Tugu Muda Semarang merupakan simpul strategis dalam struktur kota pesisir Semarang yang mengalami transformasi fisik dan fungsi sejak periode kolonial hingga kontemporer, sementara konfigurasi spasial utamanya tetap berlanjut. Penelitian ini memposisikan keberlangsungan struktur spasial sebagai pisau iris analitis untuk membaca kontinuitas kawasan pusaka perkotaan. Penelitian ini memposisikan persistensi struktur spasial sebagai kerangka analitis untuk membaca kontinuitas kawasan pusaka perkotaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis morfologi kota berbasis kajian historis-komparatif melalui perbandingan peta kolonial dan kondisi eksisting. Hasil menunjukkan bahwa struktur spasial berperan sebagai kerangka memori kolektif yang mempertahankan identitas kota di tengah transformasi fisik. Temuan ini menawarkan kontribusi konseptual bagi pengembangan pendekatan konservasi perkotaan yang lebih sensitif terhadap keberlanjutan struktur ruang
Copyrights © 2026