Penelitian ini ditujukan guna melakukan analisis perhitungan harga pokok produksi yang diimplementasikan pada PT XXX dan membandingkannya dengan metode Job Order Costing. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dilengkapi data yang bersumber dari wawancara, dokumentasi perusahaan, serta studi literatur. Perolehan dari penelitian memperlihatkan bahwasanya perhitungan biaya bahan baku yang dilakukan perusahaan telah sesuai pada strategiJob Order Costing. Namun, terdapat perbedaan pada pembebanan biaya tenaga kerja langsung dengan biaya overhead pabrik. Metode perusahaan membebankan biaya berdasarkan proporsi berat produk dan biaya aktual yang terjadi, sementara strategi Job Order Costing menggunakan konsumsi tenaga kerja yang sesungguhnya serta tarif biaya overhead pabrik yang ditetapkan sejak awal senilai 19,32%. Perbedaan tersebut menimbulkan selisih harga pokok produksi pada masing-masing jenis pesanan, yaitu Fillet sebesar 11%, Marinasi 50%, Utuh 3%, dan Batari 9%. Secara keseluruhan, total harga pokok produksi menurut perusahaan senilai Rp281.289.303,15, sementara dari strategi Job Order Costing senilai Rp281.297.394,86 dengan selisih Rp8.091,71. Perolehan tersebut memperlihatkan bahwasanya Job Order dapat memberikan informasi biaya yang cenderung valid sehingga dapat mendukung penetapan harga jual hingga pembuatan putusan dari manajemen
Copyrights © 2026