Warta AKAB
Vol 50, No 1 (2026): Juli 2026

Pengembangan Sistem Pengolahan Limbah Industri Tapioka Menggunakan Membran Biokomposit Selulosa/Nanosilika dengan Sensor Kekeruhan Berbasis IoT

Muhammad Faishal Rahman (Program Studi Nanoteknologi Pangan, Politeknik AKA Bogor)
Firza Khalda Alisa (Program Studi Nanoteknologi Pangan, Politeknik AKA Bogor)
Pradnadia Putri Hadriansyah (Program Studi Nanoteknologi Pangan, Politeknik AKA Bogor)
Achmad Nandang Roziafanto (Program Studi Nanoteknologi Pangan, Politeknik AKA Bogor)
Foliatini Foliatini (Program Studi Nanoteknologi Pangan, Politeknik AKA Bogor)
Muhammad Luthfan Haziman (Program Studi Nanoteknologi Pangan, Politeknik AKA Bogor Departemen Teknologi Agroindustri, Fakultas Teknologi Agroindustri, Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2026

Abstract

Industri tapioka menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar dengan kandungan Total Suspended Solids (TSS) dan kekeruhan yang tinggi sehingga berpotensi mencemari lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pengolahan limbah cair tapioka menggunakan membran biokomposit selulosa/nanosilika yang terintegrasi dengan sensor kekeruhan berbasis Internet of Things (IoT). Nanosilika berbasis sekam padi diisolasi melalui proses karbonisasi dan perlakuan asam, sedangkan membran disintesis menggunakan metode solvent casting. Membran yang dihasilkan memiliki ukuran pori rata-rata 0,56 µm dan porositas sebesar 93,53%, sehingga proses pemisahan berlangsung melalui mekanisme microfiltration (MF). Hasil pengujian kinerja menunjukkan fluks awal sebesar 348,73 L/m²·jam yang menurun menjadi 160,63 L/m²·jam setelah 30 menit filtrasi akibat terbentuknya fouling pada permukaan membran. Membran mampu menurunkan kekeruhan hingga 50,88% dan TSS hingga 68,39% setelah tiga siklus filtrasi, dengan peningkatan efisiensi yang konsisten pada setiap siklus. Kinerja pemisahan dipengaruhi oleh kombinasi mekanisme size exclusion, pembentukan lapisan cake, dan adsorpsi pada gugus aktif membran. Selain itu, sensor kekeruhan berbasis IoT menunjukkan kesesuaian yang baik dengan turbidimeter standar dan menghasilkan model kalibrasi kuadratik dengan koefisien determinasi (R²) lebih dari 0,99, sehingga memungkinkan pemantauan kualitas air secara real-time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi membran biokomposit selulosa/nanosilika dan sistem pemantauan berbasis IoT berpotensi menjadi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk pengolahan limbah cair industri tapioka.Kata kunci: membran biokomposit; nanosilika; limbah cair tapioka; sensor kekeruhan; Internet of Things

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

warta_akab

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Chemistry Environmental Science Materials Science & Nanotechnology

Description

Warta AKAB adalah jurnal nasional yang dikelola oleh Politeknik AKA Bogor dan telah terindeks Google Scholar serta Garuda. Pertama kali diterbitkan pada Juli tahun 1998 dan terbit dua kali setiap tahunnya. Jurnal Warta AKAB memiliki tujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian, report maupun review ...