Idealnya, biji kopi memiliki kelembaban sekitar 60%, namun perlu dikeringkan hingga sekitar 11-12% untuk mencegah pembusukan saat disimpan atau dijual. Namun, cuaca yang tidak mendukung sering menjadi hambatan bagi petani untuk mengeringkan biji kopi. Salah satu solusi untuk mengatasi hal ini adalah menggunakan alat pengering dengan pemanas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah alat pengering biji kopi berbasis arduino dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Dalam perancangan alat ini menggunakan sistem yang melibatkan Arduino Uno sebagai pengontrol, sensor soil moisture YL-69 untuk mendeteksi kadar air biji kopi, sensor suhu dan kelembaban DHT22 untuk mengontrol kondisi dalam box pengering, serta heater dan kipas untuk proses pengeringan. Setelah proses selesai, buzzer memberi tanda bahwa pengeringan telah selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan biji kopi dilakukan dalam rentang waktu 35 hingga 95 menit. Contohnya, biji kopi robusta dengan berat 250gr dan kelembaban awal 55%, setelah pengeringan memiliki kelembaban 0%, suhu 37°C, kelembaban 59%, dan berat 237gr dalam waktu 35 menit. Begitu pula untuk biji kopi lainnya dengan berbagai kondisi awal, seperti berat 500gr dan 1kg, yang mengalami penurunan kelembaban hingga mencapai 0% dengan total waktu pengeringan 95 menit.
Copyrights © 2026