Perkerasan jalan memerlukan campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan karakteristik Marshall yang baik. Penelitian ini memanfaatkan serat batang pisang abaka (Musa textilis) sebagai bahan tambah alami (additive) karena memiliki kekuatan tarik tinggi dan stabilitas termal yang baik pada suhu pencampuran Hot Mix Asphalt. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh kadar serat dan kadar aspal terhadap karakteristik Marshall AC-WC serta menentukan kadar optimum sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025. Variasi kadar serat yang digunakan yaitu 0,15%, 0,30%, 0,45%, dan 0,60% terhadap berat total campuran, sedangkan variasi kadar aspal sebesar 5,5%, 6,5%, dan 7,5% terhadap berat total campuran. Data dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA, sedangkan kadar optimum ditentukan dengan Metode Grafik Pita dan Grafik 3D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar serat dan kadar aspal memengaruhi karakteristik Marshall, dengan kadar optimum serat sebesar 0,24-0,31% dan kadar aspal sebesar 6,53-6,71% terhadap berat total campuran. Kombinasi tersebut memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2025.
Copyrights © 2026