Pertumbuhan volume kendaraan pada koridor Malang-Kepanjen menurunkan kinerja lalu lintas jalan eksisting sehingga mengganggu konektivitas antarwilayah. Penelitian ini bertujuan memprediksi potensi pengguna dan tarif ideal Jalan Tol Malang-Kepanjen menggunakan metode Stated Preference, ATP, dan WTP. Survei traffic counting 24 jam dilakukan pada ruas Pakisaji-Kepanjen dan Bululawang-Kepanjen, dilanjutkan Road Side Interview di lima lokasi dengan 400 responden Golongan I. Potensi peralihan dianalisis dengan model logit binomial yang menghubungkan VCR dengan skenario tarif. Pergerakan dominan terjadi pada rute Malang-Kepanjen sebesar 30,8% dari total pergerakan, mengindikasikan tingginya potensi peralihan ke tol. Tarif ideal Golongan I adalah Rp850,00/km, titik keseimbangan ATP-WTP, karena hasil Stated Preference Rp1.250,00/km melampaui kemampuan masyarakat. Pada jam puncak, probabilitas peralihan lebih dari 71%, setara 13.604 kendaraan/hari (Pakisaji-Kepanjen) dan 13.041 kendaraan/hari (Bululawang-Kepanjen). Tarif golongan lain: Rp1.275,00/km (II & III) dan Rp1.700,00/km (IV & V), sehingga struktur tarif ini dinilai paling realistis dan berkelanjutan. Kata Kunci: Jalan Tol Malang-Kepanjen, potensi pengguna, stated preference, tarif tol, ability to pay, willingness to pay.
Copyrights © 2026