Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antibiotik. Edukasi kesehatan yang efektif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas video edukasi berbahasa Banjar dan pemberian informasi obat oleh apoteker terhadap pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik di salah satu apotek di Kota Martapura. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest dengan melibatkan 300 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok intervensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon, Mann–Whitney, dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video edukasi berbahasa Banjar maupun pemberian informasi obat oleh apoteker memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pasien mengenai penggunaan antibiotic. Kedua intervensi juga berpengaruh signifikan terhadap perbaikan perilaku penggunaan antibiotic. Analisis perbandingan menunjukkan bahwa video edukasi berbahasa Banjar lebih efektif dibandingkan pemberian informasi obat oleh apoteker dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotic.
Copyrights © 2026