Ankle instability merupakan masalah muskuloskeletal dengan prevalensi tinggi, terutama pada atlet, yang menyebabkan gangguan keseimbangan dan cedera berulang. Rehabilitasi konvensional di darat sering terkendala nyeri dan beban tumpuan tubuh. Aquatic therapy hadir sebagai intervensi potensial yang memanfaatkan buoyancy dan viskositas untuk memfasilitasi sensorimotor dan keseimbangan secara aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas aquatic therapy dalam meningkatkan keseimbangan dinamis dan statis pada kasus ankle instability. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review, pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ResearchGate dalam rentang waktu publikasi 2015–2025. Seleksi studi menggunakan diagram PRISMA dan dievaluasi dengan JBI Critical Appraisal Checklist, menghasilkan 20 artikel dengan metode penelitian RCT dan Quasi-experimental untuk dianalisis. Sintesis dari 20 studi menunjukkan bahwa aquatic therapy memberikan peningkatan signifikan pada keseimbangan statis dan dinamis. Metode ini lebih unggul dibandingkan terapi darat dalam hal stabilitas postural, pengurangan nyeri, serta mempercepat return-to-sport. Sifat air memfasilitasi inisiasi latihan lebih dini dengan menurunkan beban sendi dan meningkatkan propriosepsi tanpa memicu kinesiophobia. Aquatic therapy terbukti efektif dan aman sebagai modalitas utama. Intervensi ini mampu menjembatani fase imobilisasi menuju latihan fungsional penuh dan memperbaiki stabilitas mekanis secara signifikan.
Copyrights © 2026