Tingginya risiko ulkus kaki pada pasien diabetes melitus akibat gangguan sensitivitas dan sirkulasi perifer belum diimbangi dengan pelaksanaan perawatan kaki diabetik yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh diabetic foot care terhadap risiko ulkus kaki pada pasien diabetes melitus. Metode penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Instrumen dalam penelitian menggunakan ankle brachial index (ABI), dan tes monofilamen 10 gram. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney. Hasil analisis univariat menunjukkan responden didominasi perempuan (86,7% pada kelompok intervensi; 66,7% pada kelompok kontrol) dengan rata-rata usia 60,87±8,25 tahun pada kelompok intervensi dan 58,53±7,46 tahun pada kelompok kontrol, serta rata-rata lama menderita DM 7,00±1,76 tahun dan 6,13±1,17 tahun secara berurutan. Hasil analisis bivariat menunjukkan penurunan signifikan skor tes monofilamen dari median 3 menjadi 2 (p<0,001) dan peningkatan nilai ABI (p=0,002) pada kelompok intervensi, dengan perbedaan sensitivitas yang lebih baik dibandingkan kelompok kontrol (p=0,003). Dengan demikian, diabetic foot care efektif meningkatkan sensitivitas kaki dan memperbaiki sirkulasi perifer sehingga berpotensi menurunkan risiko ulkus kaki pada pasien diabetes melitus. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin sebagai upaya preventif di layanan kesehatan primer melalui penyusunan SPO dan Program Prolanis.
Copyrights © 2026