Abstrak Adaptasi perawat ICU pemula di unit perawatan intensif merupakan proses transisi profesional yang kompleks, terutama ketika mereka harus merawat pasien kritis dengan ventilasi mekanik dan tingkat keparahan klinis yang tinggi. Situasi ini menuntut penguasaan keterampilan teknis, penalaran klinis yang cepat, kemampuan mengelola emosi, serta komunikasi tim yang efektif. Walaupun isu transisi perawat baru di ICU semakin banyak diteliti, sintesis yang secara khusus menelaah pengalaman adaptasi dalam konteks perawatan pasien ventilator dan pasien dengan kondisi sangat berat masih terbatas.Penelitian ini menggunakan desain systematic literature review dengan mengacu pada PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada empat basis data, yaitu Scopus, PubMed, ProQuest, dan ScienceDirect. Strategi pencarian memadukan kata kunci yang berkaitan dengan novice nurse, new graduate nurse, intensive care unit, adaptation, transition, mechanical ventilation, critically ill patient, dan severity of illness. Sebanyak 299 artikel teridentifikasi, terdiri dari Scopus (n=115), PubMed (n=95), ProQuest (n=38), dan ScienceDirect (n=51). Setelah duplikasi dihapus (n=190), tersisa 109 artikel untuk skrining judul dan abstrak. Sebanyak 50 artikel dieliminasi pada tahap ini, sehingga 59 artikel ditelusuri dalam bentuk full text. Sebanyak 36 artikel tidak berhasil diperoleh. Dua puluh tiga artikel dinilai kelayakannya, kemudian 17 artikel dikeluarkan karena keterbatasan akses, bahasa selain Inggris, desain studi tidak sesuai, atau tidak menjawab pertanyaan penelitian. Enam studi akhirnya disertakan dalam sintesis. Kualitas studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI), dengan skor 77%–92%. Sintesis dilakukan secara naratif.Enam studi yang dianalisis berasal dari Inggris, Namibia, Iran, Korea Selatan, China, dan Singapura. Lima studi merupakan penelitian kualitatif primer atau grounded theory, sedangkan satu studi merupakan qualitative systematic review. Sintesis menghasilkan lima tema utama, yaitu kejutan transisi dan ketidaksiapan awal di ICU, beban emosional saat merawat pasien kritis dan pasien ventilator, kebutuhan terhadap orientasi dan mentoring yang terstruktur, fasilitator adaptasi berupa psychological capital, professional capital, dan social capital, serta perkembangan bertahap menuju stabilisasi dan komitmen profesional. Perawatan pasien ventilator dan pasien dengan kondisi sangat berat terbukti meningkatkan rasa takut salah, beban kognitif, dan kebutuhan belajar pada perawat baru. Namun, orientasi yang sistematis, preseptor yang konsisten, dan dukungan tim membantu mempercepat pembentukan rasa percaya diri dan kompetensi klinis.Adaptasi perawat ICU pemula berlangsung secara bertahap dan tidak linier. Proses ini dipengaruhi oleh kompleksitas pasien, kesiapan individu, dukungan organisasi, serta kultur kerja di ICU. Temuan review menunjukkan bahwa ventilasi mekanik dan kondisi pasien yang sangat berat memperbesar tantangan adaptasi karena meningkatkan tuntutan observasi, kewaspadaan, dan ketepatan respons klinis. Meskipun demikian, studi yang secara eksplisit menggunakan ambang APACHE II >30 masih sangat terbatas, sehingga sintesis ini lebih merepresentasikan konteks pasien kritis dengan high-acuity care dibandingkan bukti yang benar-benar spesifik terhadap APACHE II >30. Adaptasi perawat ICU pemula dalam merawat pasien kritis dengan ventilasi mekanik dipengaruhi oleh interaksi antara tuntutan klinis, beban emosional, dukungan organisasi, serta modal psikologis, profesional, dan sosial. Rumah sakit perlu menyediakan program orientasi ICU yang terstruktur, mentorship yang konsisten, dukungan psikologis, serta pembelajaran klinis bertahap untuk meningkatkan kesiapan perawat baru dalam merawat pasien dengan tingkat keparahan tinggi Kata Kunci: Adaptasi, perawat ICU pemula, ventilasi mekanik, pasien kritis.
Copyrights © 2026