Penelitian ini menganalisis penafsiran ayat-ayat yas'alūnaka dalam Al-Qur'an menurut Ibnu Katsir dan Muhammad Rasyid Ridha. Ayat-ayat yas'alūnaka merupakan ayat yang diawali dengan pertanyaan para sahabat kepada Nabi Muhammad SAW mengenai persoalan akidah, ibadah, sosial, dan kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan metode penafsiran kedua mufasir dalam memahami ayat-ayat tersebut, serta melihat relevansi penafsirannya terhadap perkembangan pemikiran Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data utama berasal dari kitab tafsir Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim karya Ibnu Katsir dan Tafsir Al-Manar karya Muhammad Rasyid Ridha. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis dengan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir cenderung menggunakan pendekatan bi al-ma'tsūr, yaitu menafsirkan ayat dengan Al-Qur'an, hadis, dan riwayat para sahabat serta tabi'in. Penafsirannya lebih menekankan aspek riwayat dan penjelasan hukum berdasarkan sumber klasik. Sementara itu, Muhammad Rasyid Ridha menggunakan pendekatan rasional dan kontekstual dengan menyesuaikan penafsiran terhadap kondisi sosial masyarakat modern. Persamaan keduanya terletak pada usaha menjelaskan makna ayat secara komprehensif, sedangkan perbedaannya tampak pada metode, corak, dan pendekatan penafsiran yang digunakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian tafsir Al-Qur'an, khususnya mengenai perkembangan metode penafsiran dari masa klasik hingga modern.
Copyrights © 2026