Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam pengembangan keterampilan berbahasa ekspresif pada anak usia 5–6 tahun di TK Islam A-Z Ceria Kampung Kramat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelompok B, dan anak usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan empat strategi utama dalam mengembangkan keterampilan berbahasa ekspresif, yaitu storytelling, pengulangan tuturan lisan, tanya jawab dan diskusi aktif, serta bermain peran (role playing). Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh kompetensi guru, penggunaan media konkret, lingkungan belajar yang kondusif, dan hubungan yang positif antara guru dengan anak. Adapun kendala yang dihadapi meliputi rendahnya rasa percaya diri sebagian anak, keterbatasan kosakata, pengaruh bahasa daerah, serta keterbatasan sumber belajar. Penerapan strategi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan keberanian berbicara, penguasaan kosakata, kemampuan menyusun kalimat, serta kemampuan anak mengungkapkan ide dan pengalaman secara lisan. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang komunikatif, interaktif, dan berpusat pada anak terbukti efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan berbahasa ekspresif pada pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026