Salah satu upaya pemenuhan aspek keselamatan dan keamanan infrastruktur kereta api adalah pembenahan jalur rel kereta api. Untuk itu diperlukan manajemen kebencanaan yang tepat agar jalur lintasan kereta api tidak terganggu. Lokasi penelitian berada pada jalur lintas Cikampek-Padalarang yaitu BH 355 KM 110+4/6. Pada lokasi tersebut terjadi kegagalan pada salah satu baris soldier pile dan mengakibatkan keruntuhan pada beberapa fondasi (pile) dan terputusnya balok pengikat (capping beam). Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kajian terhadap penyebab kegagalan dan keruntuhan perkuatan fondasi berdasarkan aspek topografi dan geomorfologi kawasan menggunakan metode Survei Terestrial. Penggunaan Survei Terestrial yang terkait dengan kawasan bencana merupakan suatu penerapan dari sistem informasi dengan tiga kegiatan utama, yaitu input data kawasan dengan melakukan survei udara secara langsung, pemprosesan data dengan melakukan perhitungan dan penggabungan basis data, dan informasi data sebagai keluaran berupa peta yang menginformasikan sebaran kawasan yang rawan terhadap bencana. Hasil penelitian menunjukkan kondisi morfologi di sekitar BH 355 Ciganea secara umum merupakan sistem perbukitan di lereng kaki gunung api yang bersifat dinamis sehingga rawan terhadap perubahan bentuk permukaan. Penggunaan Survei Terestrial dapat memberikan kajian yang detil terhadap penyebab kegagalan dan keruntuhan perkuatan fondasi yang dilihat dari topografi dan geomorfologi kawasan.
Copyrights © 2026