Kabupaten Banjarnegara merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tanah longsor yang tinggi, dengan sekitar 71% wilayahnya tergolong rawan longsor dan 456 kejadian longsor tercatat selama periode 2021–2024. Meskipun BPBD Banjarnegara telah menyediakan peta risiko longsor melalui Kajian Risiko Bencana 2023–2027, informasi tersebut masih bersifat umum dan belum mudah diakses oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kerawanan tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara serta menyajikannya dalam bentuk website sebagai media informasi kebencanaan. Pemetaan kerawanan dilakukan menggunakan metode scoring dan pembobotan terhadap delapan parameter, yaitu kemiringan lereng, arah lereng, panjang lereng, jenis batuan geologi, jarak terhadap sesar aktif, tekstur tanah, kedalaman tanah, dan curah hujan. Analisis mengacu pada pedoman yang diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kerawanan sedang mendominasi wilayah Kabupaten Banjarnegara dengan luas 85.716,38 ha (75,02%), diikuti kelas kerawanan tinggi seluas 26.355,22 ha (23,06%), dan kelas kerawanan rendah seluas 2.177,12 ha (1,90%). Daerah dengan kerawanan tinggi terkonsentrasi pada wilayah utara Kabupaten Banjarnegara. Hasil pemetaan kemudian disajikan dalam sebuah website yang dapat diakses melalui internet untuk mendukung penyebaran informasi, mitigasi, dan penanggulangan bencana tanah longsor. Pengujian usability menggunakan metode System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor rata-rata 86,77 yang termasuk dalam kategori grade scale B, menunjukkan bahwa website memiliki tingkat kegunaan yang baik.
Copyrights © 2026