Kearifan lokal sering dibicarakan sebagai modal sosial budaya, tetapi belum banyak dianalisis sebagai mekanisme ekonomi lokal yang menghubungkan nilai tambah, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi kearifan lokal dalam penguatan perekonomian berkelanjutan di Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, dengan fokus pada pengolahan pala dan kerajinan tenun/motif lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penelusuran data sekunder. Informan dipilih secara purposif dari pelaku usaha olahan pala, pelaku kerajinan, pendamping UMKM/kerajinan, dan pemangku kepentingan lokal. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berfungsi sebagai modal produktif yang mendorong diversifikasi produk, memperluas peluang kerja keluarga, memperkuat identitas ekonomi daerah, dan membuka ruang transisi menuju UMKM hijau. Namun, kontribusi tersebut masih dibatasi oleh akses pasar yang sempit, kapasitas teknologi yang belum merata, standardisasi mutu yang lemah, dan belum optimalnya kelembagaan kolektif. Penelitian ini menawarkan model penguatan ekonomi lokal berbasis kearifan lokal melalui integrasi rantai nilai, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, penguatan koperasi/kelompok usaha, dan kebijakan daerah yang sensitif terhadap budaya serta lingkungan.
Copyrights © 2026