Limbah medis merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang memerlukan pengelolaan khusus untuk mencegah dampak terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Salah satu metode pengolahan yang banyak digunakan adalah insinerasi yang mengandalkan pembakaran temperatur tinggi untuk mereduksi volume limbah serta menghancurkan patogen dan senyawa berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas insinerator dalam pengolahan limbah medis berdasarkan hasil uji coba pembakaran (Trial Burning Test/TBT) pada fasilitas insinerator Provinsi Gorontalo. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui evaluasi pencapaian temperatur ruang bakar, waktu tinggal gas buang, efisiensi pembakaran, dan pengujian parameter emisi udara pada kondisi tanpa beban, beban 80%, dan beban 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur ruang bakar primer mencapai >800°C dan sekunder >1.000°C dengan waktu tinggal gas >2 detik. Efisiensi pembakaran ≥99,95% dan seluruh parameter emisi berada di bawah baku mutu yang ditetapkan dalam regulasi nasional. Temuan ini menunjukkan bahwa insinerator beroperasi secara efektif dan memenuhi persyaratan teknis serta lingkungan.
Copyrights © 2026