Kadar Asam Lemak Bebas (ALB) merupakan salah satu parameter mutu utama yang menentukan kualitas Crude Palm Oil (CPO). Peningkatan ALB dapat menyebabkan penurunan mutu minyak, peningkatan biaya pemurnian, dan berkurangnya nilai jual produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab penyimpangan ALB pada CPO menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Data penelitian diperoleh dari hasil pengukuran ALB selama 30 hari pada bulan April 2024 serta hasil wawancara dengan pihak perusahaan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kadar ALB berkisar antara 2,23–4,32% dengan rata-rata 3,21%. Analisis FMEA mengidentifikasi tiga mode kegagalan utama, yaitu tingkat kematangan buah, transportasi, dan proses pengolahan. Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi diperoleh pada penyebab kegagalan lajur produksi menjadi lebih lama (392), pemborosan biaya akibat buah restan (343), dan proses pembongkaran buah yang terhambat (280). Nilai RPN kritis sebesar 273,16 menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan prioritas utama dalam tindakan perbaikan. Hasil penelitian menegaskan bahwa pengendalian waktu pengolahan, pengurangan buah restan, serta peningkatan efisiensi transportasi merupakan strategi penting dalam menjaga kualitas CPO dan menekan peningkatan ALB. Kata kunci: CPO, Asam Lemak Bebas, FMEA
Copyrights © 2026