Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa dan digunakan secara luas untuk menunjang aktivitas akademik maupun sosial, terutama sebagai sarana komunikasi dan interaksi sehari-hari, serta membentuk pola perilaku digital mahasiswa masa kini. Namun, intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi menimbulkan tekanan psikologis, khususnya stres, akibat perbandingan sosial dan tuntutan konektivitas digital yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat stres mahasiswa. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui penyebaran kuesioner kepada 330 mahasiswa untuk mengukur durasi dan intensitas penggunaan media sosial serta tingkat stres, dengan analisis statistik inferensial berupa regresi linier sebagai teknik pengolahan data yang bertujuan menguji pengaruh penggunaan media sosial terhadap tingkat stres mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berpengaruh secara signifikan dengan kekuatan sedang hingga kuat terhadap tingkat stres mahasiswa. Peningkatan durasi dan intensitas penggunaan media sosial cenderung diikuti oleh meningkatnya tingkat stres, terutama yang berkaitan dengan perbandingan sosial dan kecemasan akibat fenomena Fear of Missing Out (FoMO). Analisis regresi menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial mampu menjelaskan sebesar 52% variasi tingkat stres mahasiswa berdasarkan nilai koefisien determinasi (R²), sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial memiliki peran penting dalam memengaruhi kondisi psikologis mahasiswa dalam konteks akademik dan sosial, serta memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian komunikasi digital dan kesehatan mental mahasiswa di era media sosial kontemporer, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia.
Copyrights © 2025