Sampah plastik masih menjadi persoalan yang belum dapat terselesaikan karena meningkatnya konsumsi tidak disertai dengan kesadaran akan pengelolaan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, warga Kampung Sirah menarik untuk dikaji karena mampu membangun sistem ekonomi sirkuler melalui praktik pengelolaan sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejarah terjadinya pengelolaan sampah plastik di Kampung Sirah, bentuk praktik pengelolaan sampah plastik dari sistem linier ke sistem ekonomi sirkuler dan dinamika dalam praktik pengelolaan sampah plastik yang ada di Kampung Sirah. Penelitian ini menggunakan teori habitus oleh Pierre Bourdieu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahap awal, kegiatan warga masih berorientasi pada penghasilan sesaat dan pengelolaan sampah masih belum menjadi perhatian. Sampah awalnya hanya dipandang sebagai barang sisa dan tanpa nilai. Namun, seiring akumulasi dari pengalaman merantau berpadu dengan modal ekonomi (finansial), modal sosial (motivasi sosial, adaptasi lingkungan dan jaringan antar pelaku), modal budaya (keterampilan teknis), serta modal simbolik (pengakuan dan legitimasi dari pemerintah maupun masyarakat), warga perlahan mulai menata kegiatan pengelolaan sampah menjadi lebih terstruktur dan keberlanjutan. Pola ini menandai adanya pergeseran sampah plastik dari sistem linier menuju sirkuler. Pergeseran sistem ekonomi ini merupakan wujud dari perubahan habitus warga yang terbentuk dari berbagai modal dan berada dalam ranah ekonomi lokal, yaitu ruang pengelolaan sampah plastik. Perubahan ini menunjukkan bagaimana struktur sosial dan ekonomi dapat berubah melalui praktik sehari-hari yang didorong oleh habitus dan modal yang dimiliki aktor-aktor sosial.Kata Kunci: Ekonomi linier, ekonomi sirkuler, habitus, praktik pengelolaan sampah plastik.
Copyrights © 2026