Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan secara naratif proses pengambilan keputusan konsumen antara model tradisional dan yang dipengaruhi oleh perilaku 4S (streaming, scrolling, searching, shopping), sekaligus mengidentifikasi perbedaan signifikan serta implikasi strategis bagi pemasar di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka naratif, dengan pencarian literatur sistematis melalui Google Scholar, membatasi pada jurnal ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015-2025. Kriteria inklusi mencakup artikel tentang model tradisional, perilaku digital, atau konsep 4S, sementara artikel non-relevan akan dikecualikan. Proses analisis data dilakukan secara tematik dan komparatif, mengelompokkan informasi berdasarkan model tradisional, karakteristik 4S, serta implikasi perbandingannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pengambilan keputusan konsumen tradisional berlandaskan pada pemenuhan hierarki kebutuhan Maslow dan dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologi, mengikuti tahapan linear dari pengenalan kebutuhan hingga pembelian. Kontrasnya, era digital memperkenalkan kerangka 4S yang mengubah perilaku konsumen menjadi lebih dinamis dan multi-sentuh. Perilaku streaming dan scrolling dapat memicu minat secara pasif, sementara searching mendorong pencarian informasi aktif, dan shopping melibatkan transaksi online yang efisien. Perbedaan mendasar terletak pada fleksibilitas, interaktivitas, dan kecepatan akses informasi di era digital, yang menuntut pemasar untuk secara cermat menyesuaikan strategi. Konsumen kini dapat mengambil keputusan pembelian di mana pun selama terhubung secara digital, mengubah fokus pemasar dari prediksi perilaku statis menjadi adaptasi strategis di setiap titik sentuh digital.
Copyrights © 2025