Penderita diabetes melitus memiliki risiko lebih tinggi mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) akibat hiperglikemia yang memicu pertumbuhan bakteri pada urin. Infeksi dapat menyebabkan bakterimia yang berisiko meningkatkan kematian tinggi. Namun data mengenai profil bakteriuria pada pasien yang menjalani perawatan luka diabetes di layanan primer masih terbatas. Penelitian bertujuan untuk menghitung jumlah bakteri dan mengidentifikasi bakteri pada urin penderita diabetes melitus di Praktik Mandiri Sahabat Luka Yogyakarta. Jenis penelitian adalah deskriptif menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Perhitungan jumlah bakteri menggunakan kultur urin dengan teknik calibrated loop pada Plate Count Agar (PCA) dan dihitung sebagai Total Plate Count (TPC). Identifikasi berdasarkan karakter makroskopis koloni, mikroskopis sel, dan uji biokimia. Hasil penelitian mendapatkan jumlah bakteri pada urin penderita diabetes melitus adalah 0 CFU/mL (U2), 103-104 CFU/mL (U1, U3, U4, dan U6), dan ≥105 CFU/mL (U5). Terdapat satu urin U5 (16,7%) positif bakteriuria. Teridentifikasi Pseudomonas aeruginosa pada urin penderita diabetes melitus di Praktik Mandiri Sahabat Luka Yogyakarta. Skrining kultur urin perlu dilakukan pada penderita diabetes melitus dengan kadar glukosa tidak terkontrol untuk mendeteksi dini risiko ISK.
Copyrights © 2026