Perkembangan pesat perbankan digital di Indonesia telah mentransformasikan sistem informasi manajemen (SI) dari alat pelaporan statis menjadi sistem pendukung keputusan real-time. Artikel ini mengkaji peran kecerdasan buatan (AI) dalam SI perbankan Indonesia dengan penekanan pada deteksi kecurangan, keamanan data, dan efisiensi pengambilan keputusan manajerial. Studi ini menggunakan tinjauan pustaka kualitatif dan analisis dokumen dari publikasi resmi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan studi peer-review terpilih yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2026. Temuan menunjukkan bahwa adopsi QRIS dan volume transaksi digital telah tumbuh pesat, sementara laporan penipuan keuangan yang dicatat oleh Pusat Anti-Penipuan Indonesia (IASC) meningkat tajam, menunjukkan peningkatan permintaan akan pemantauan cerdas, deteksi anomali, dan analitik yang dapat dijelaskan. Sumber resmi juga mengkonfirmasi bahwa OJK telah memperkenalkan tata kelola AI untuk perbankan dan bahwa AI telah mendukung deteksi kecurangan, anti pencucian uang, dan tugas penilaian risiko. Artikel ini menyimpulkan bahwa AI bukan sekadar tambahan teknis; ini adalah komponen tata kelola yang menentukan kecepatan respons, akurasi deteksi, auditabilitas, dan kualitas keputusan perbankan strategis.
Copyrights © 2026