Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan salah satu tumbuhan invasif berselulosa tinggi yang dapat dikonversi menjadi biochar bernilai tinggi. Namun efektivitas biochar sangat dipengaruhi oleh proses aktivasi yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivasi dan jenis aktivasi terbaik biochar eceng gondok terhadap perubahan mikrostruktur dan pertumbuhan mikroba. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Laboratorium Terpadu USU, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Laboratorium Farmasi USU, pada September 2025 hingga Maret 2026 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 perlakuan (kontrol, aktivasi , HCl dan NaOH) dan 5 ulangan. Parameter yang diamati meliputi pH, kandungan unsur secara X-Ray Fluorescence, mikro struktur secara Scanning Electron Microscopy, luas permukaan secara Brunauer Emmett Teller, gugus fungsional secara Fourier Transform Infrared, total populasi mikroba (CFU/mL), pH kapasitas buffer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan aktivasi menghasilkan karakteristik fisikokimia yang berbeda nyata. Aktivasi NaOH menghasilkan luas permukaan tertinggi (844,341 /g) dengan 7 gugus fungsional dan kapasitas buffer tertinggi (207,88 mmol , sementara aktivasi HCl menghasilkan kapasitas buffer terendah (99,71 mmol ). Dari sisi pertumbuhan mikroba, aktivasi menghasilkan populasi mikroba tertinggi di antara seluruh perlakuan aktivasi karena menghasilkan pH mendekati netral dan bebas residu kimia toksik. Aktivasi NaOH merupakan aktivasi terbaik untuk karakteristik fisikokimia, sedangkan merupakan aktivasi terbaik untuk mendukung pertumbuhan mikroba pada biochar eceng gondok.
Copyrights © 2026