Penggunaan aplikasi TikTok yang semakin intens di kalangan mahasiswa berpotensi menimbulkan dampak psikologis berupa kecemasan. Permasalahan dalam mengidentifikasi kecemasan terletak pada sifatnya yang subjektif dan tidak memiliki batas yang tegas, sehingga diperlukan pendekatan komputasional yang mampu merepresentasikan ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan mendeteksi tingkat kecemasan mahasiswa akibat penggunaan TikTok menggunakan metode logika fuzzy Mamdani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 155 mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner intensitas penggunaan TikTok dan instrumen DASS-21 subskala anxiety. Proses analisis dilakukan melalui tahapan fuzzifikasi, inferensi, agregasi, dan defuzzifikasi metode centroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada tingkat kecemasan sedang, dengan kecenderungan adanya kontribusi penggunaan TikTok terhadap peningkatan kecemasan pada level moderat. Evaluasi sistem menunjukkan bahwa metode fuzzy Mamdani mampu mengklasifikasikan tingkat kecemasan secara fleksibel dan konsisten dengan kondisi empiris responden. Dengan demikian, model yang dibangun dapat digunakan sebagai alat bantu skrining awal dalam mendeteksi kecemasan mahasiswa akibat penggunaan media sosial.
Copyrights © 2026