Latar belakang: Analisis kebijakan program gizi berfungsi membedah mengapa suatu kebijakan berhasil atau gagal dalam konteks institusional dan politik Indonesia, Misalnya, kebijakan fortifikasi tepung terigu dengan zat besi telah berjalan, tetapi pengawasan dan sanksi regulasi yang lemah menimbulkan pertanyaan tata kelola. Tujuan: Untuk mengidentifikasi tren publikasi yang meningkat tajam sejak 2015 seiring agenda SDGs dan Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (Mboi et al., 2022), serta mengungkap tiga kluster tematik utama: tata kelola implementasi program stunting yang dominan dan menjadi motor penggerak riset, regulasi fortifikasi pangan dan instrumen fiskal yang berkembang secara terpisah, dan dimensi etika. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik deskriptif dan science mapping. Data diambil dari basis data Scopus pada 1 Maret 2025. Basis data ini dipilih karena cakupannya yang luas, indeksasi ketat, dan kompatibilitas tinggi dengan alat bibliometrik. Hasil: Grafik tren publikasi tahunan menunjukkan pertumbuhan eksponensial. Sebelum 2010, publikasi sangat jarang, yaitu kurang dari 5 dokumen per tahun. Lonjakan signifikan terjadi mulai 2015, sejalan dengan diadopsinya SDGs yang memiliki target gizi global, serta peningkatan komitmen politik nasional melalui peluncuran Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Puncak publikasi terjadi pada 2022–2023 dengan lebih dari 80 dokumen per tahun. Kesimpulan: Riset analisis kebijakan program gizi di Indonesia telah tumbuh pesat, terutama sejak 2015, dan sangat responsif terhadap agenda politik nasional dan global. Namun, peta bibliometrik yang dihasilkan oleh studi ini menunjukkan wajah yang timpang.
Copyrights © 2026