Pada Palung D, analisis efisiensi palung pendingin (Kaeltroog) dilakukan, yang terdiri dari tujuh unit kaeltroog. Kapasitas maksimum setiap kaeltroog berkisar antara 200 hingga 290 hektoliter, bervariasi tergantung pada jumlah massecuite yang dihasilkan dari alat pan masak. Kaeltroog berfungsi sebagai tempat pendingin untuk pijat yang baru keluar dari panci masak. Setelah proses di kaeltroog, massecuite akan dikirim ke Mono Vertical Crystalizer, yang memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk pendinginan lebih lanjut. Sistem pengaduk yang terdapat di dalam kaeltroog sangat penting untuk mencegah pengentalan massa dan mempercepat penurunan suhu, sehingga massa dapat mencapai suhu yang diinginkan dengan lebih efisien. Data menunjukkan bahwa semua kaeltroog di Palung D diisi dengan minimal 180 hektoliter, meskipun waktu yang diperkirakan untuk proses pendinginan adalah 24 jam dan tidak tercapai sepenuhnya. Desain kaeltroog mencakup beberapa komponen penting, seperti bak pendingin, pengaduk, as pengaduk, roda gigi, motor listrik, dan talang penghubung antar palung. Pipa yang digunakan terbuat dari stainless steel tipe 316, yang memiliki ketahanan sangat baik terhadap korosi, terutama di lingkungan yang mengandung klorida, yang sering dijumpai dalam proses pengolahan gula. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai efisiensi operasional palung pendingin dan tekanan pentingnya desain yang tepat untuk meningkatkan proses pendinginan dalam industri pengolahan pabrik gula. .
Copyrights © 2026