Revolusi Iran 1979 membawa perubahan besar terhadap posisi perempuan melalui penerapan hukum agama yang menguatkan struktur patriarki dalam kehidupan sosial, politik, dan keluarga. Pembatasan ini memunculkan kritik luas, salah satunya melalui film The Stoning of Soraya M. yang merepresentasikan ketidakadilan gender melalui simbol visual dan naratif. Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk kritik terhadap ketimpangan gender yang dikodekan dalam film tersebut dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan dengan menelaah makna denotatif dan konotatif pada berbagai tanda dalam adegan serta karakter, kemudian mengidentifikasi mitos yang mengandung pesan kritik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memuat kritik tajam terhadap penindasan perempuan di Iran, terutama terkait hilangnya ruang kebebasan setelah tumbangnya rezim Shah dan ketidakadilan dalam penerapan hukum agama yang sarat bias kepentingan. Temuan tersebut menegaskan bahwa ketidakadilan gender masih berlangsung dan bahwa perlawanan simbolik terus muncul selama ketimpangan tetap bertahan.
Copyrights © 2025