Studi ini bertujuan menguji dampak durasi penggunaan media sosial (screen time) terhadap kualitas tidur remaja di Jakarta Barat, dengan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebagai instrumen utama dan menguji peran mediasi Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian ini penting mengingat tingginya penetrasi internet di perkotaan dan meningkatnya keluhan gangguan tidur pada remaja. Pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional diterapkan pada 100 pelajar SMA yang dipilih secara purposif dari 5 sekolah di Jakarta Barat. Berdasarkan kerangka teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R), data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mencakup skala screen time, PSQI, dan skala FOMO. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan analisis mediasi PROCESS Macro. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata screen time media sosial mencapai 4,8 jam per hari, dengan 65% partisipan mengalami kualitas tidur dalam kategori buruk. Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara screen time dan penurunan mutu tidur (r? = 0,65; p < 0,001). Analisis mediasi mengkonfirmasi bahwa FOMO berperan sebagai mediator parsial (indirect effect = 0,18; 95% CI [0,11, 0,27]). Disimpulkan bahwa durasi penggunaan media sosial yang lebih lama berkorelasi dengan kualitas tidur yang lebih rendah pada remaja, yang sebagian dijelaskan oleh mekanisme FOMO. Rekomendasi meliputi pembatasan waktu layar, edukasi kebersihan tidur, serta intervensi psikologis untuk menurunkan kecemasan sosial berbasis FOMO.
Copyrights © 2026