Tingginya angka anak dengan gangguan perkembangan menuntut adanya intervensi yang mampu mendukung pertumbuhan inklusif secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik penerapan terapi applied behavior analysis dalam memfasilitasi perkembangan anak dengan karakteristik profil yang beragam. Penelitian dilaksanakan di Pusat Tumbuh Kembang Anak Mighty Kids Surabaya dengan dua terapis sebagai informan utama yang menangani lima anak berusia 3–5 tahun, mencakup kondisi autisme, ADHD, keterlambatan bicara, gangguan sosioemosional, dan global developmental delay. Pemilihan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung selama empat bulan terhadap sesi terapi, serta telaah dokumentasi perkembangan anak dan catatan asesmen awal. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi sumber untuk menelusuri pola perubahan perilaku, dinamika respons anak, serta faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas penerapan applied behavior analysis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa applied behavior analysis berkontribusi pada peningkatan kemampuan sosial, komunikasi, dan kemandirian anak, meskipun hasilnya berbeda antar individu sesuai karakteristik dan intensitas pendampingan. Implikasinya menekankan perlunya peningkatan kompetensi profesional terapis serta kolaborasi berkelanjutan antara tenaga ahli, orang tua, dan lembaga pendidikan guna mengoptimalkan layanan terapi berbasis applied behavior analysis dalam konteks perkembangan inklusif di Indonesia.
Copyrights © 2026