Pengelolaan minyak jelantah masih menjadi tantangan di Indonesia karena pembuangan yang tidak tepat dapat mencemari tanah dan air. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin merupakan strategi pengabdian masyarakat yang penting untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi sampah rumah tangga. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, dengan sasaran para ibu rumah tangga. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang mencakup sosialisasi dan diskusi bersama, serta pelatihan teknis pembuatan lilin. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipan dan diskusi kelompok untuk menilai keterampilan dan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti semua tahapan pembuatan lilin, mulai dari cara menjernihkan minyak hingga pencetakan produk akhir kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran lingkungan, mengubah persepsi limbah menjadi material yang bernilai. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya target konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (SDG 12).
Copyrights © 2026